Perlu Studi Untuk Kepantasan, Seputar Permintaan Penambatan Kepada Kesehatan Di Kelay

Padahal belum mempunyai layanan rawat inap 24 jam, ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sari, telah terdapat layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam di Puskesmas Kelay.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bahkan disebutnya, akan berupaya memenuhi segala usulan yang ada. “Semoga kami punya kans untuk merealisasikan perlu melaksanakan beberapa penyesuaian kepada perencanaan, pemerataan sumber tenaga, sarana dan prasarana, serta ketetapan yang akan diberlakukan nantinya. “Tentu akan ada beberapa penyesuaian dalam beberapa hal nanti,” sebutnya.

Seumpama permintaan pembangunan slot depo 5k qris Puskesmas Pembantu di Kampung Merapun. Hal ini akan tetap diinventarisir, tapi nantinya Dinas Kesehatan memerlukan studi kelayakan sebelum memastikan apakah benar memerlukan pembangunan pustu yang representatif.

“Seluruh usulan yang sifatnya penyusunan pustu atau pengembangan ke arah Puskesmas Induk tetap kami inventarisir dan perlu dibuatkan studi kepantasannya dulu,” terangnya.

Dirinya berpendapat, penanganan pelayanan kesehatan senantiasa dilakukan dengan pelbagai metode untuk menyukseskannya. Melainkan, pelbagai tipe metode itu patut serasi dengan situasi wilayah masing-masing.

Diinfokannya sebelumnya, layanan kesehatan di Kecamatan Kelay dinilai masih kurang. Camat Kelay, Toris, bahkan mengusulkan dibukanya layanan rawat inap 24 jam bagi masyarakat di tiga Sentra Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di Kelay. Hal ini dibutuhkan lantaran jumlah pasien kian banyak.

Kecuali pembukaan layanan 24 jam, di Puskesmas Merapun juga disebutnya memerlukan pembetulan bangunan yang layak dengan ketetapan kementerian. Kecuali itu, diharapkan terbangunnya Puskesmas Pembantu (Pustu) di lokasi RT 4 yang letaknya dekat dengan perbatasan Berau-Kutim.

“Mereka bila sakit banyak yang langsung ke Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur, karena aksesnya lebih gampang daripada masuk Puskesmas Merapun,” terangnya.

Sehingga, dengan dibangunnya pustu dan meletakkan tenaga kesehatan, masyarakat tak perlu berobat ke Kutai Timur lagi. “Apabila ada mereka tak patut lagi ke Kongbeng hanya untuk berobat,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *